Jumaat, 22 Februari 2013

Teriak sang hati putus asa.



                                     gambar_afiziahmad.blogspot.com



Teriak sang hati putus asa.

Sang angin berlalu sepi
lembut menampar pipi
Awan juga mendung seakan memahami
Apa yang sedang dirasakan oleh sang hati--
Lalu- sang hujan turun membasah bumi
Keluar pula sang pelangi
Mewarnai bumi dengan indah
Rona warnanya seakan memberi harapan
Seakan-akan berteriak
Bangkit wahai hati !
Usah lemah begini
Tuhan tak cipta kau untuk putus asa
Tidak cipta kau untuk sia-sia
Tapi kau dicipta  untuk berbakti
Pada agama yang kau pegang erat dalam hati
Usah mati sebelum tiba masanya nanti
Moga nanti syahid di jalan Ilahi.


oleh_penaatirah






Selasa, 12 Februari 2013

Layak hati cuma pada-Nya


                                                           Layak hati cuma pada-Nya


 



Saat hati resah dan gelisah tiada siapa yang tahu
Namun,  kau punya Allah Yang Maha Mengetahui
Dia yang memiliki hati2 hamba-Nya
Maka, Dia Maha tahu akan setiap hati hamba-Nya
Lalu pada siapa harus kau mengadu jika tidak pada-Nya--
Resah dan gelisah manapun hati seorang hamba
Tatkala menghadapnya kedamaian yag luar biasa pasti akan tiba,
Kerna..,
Dia yang menciptakan sekeping hati
Dia jualah pemegang setiap hati
Dia mengetahui rahsia isi hati
Dia maha membolak balikkan hati
Jadi, serahkan saja hatimu pada Ilahi.
Kerana,
Dia pemberi ketenangan pada setiap hati
pada-Nya Rahman pada-Nya Rahim
Dia pencipta bumi--
Melakar keindahan sang matahari-- tatkala terbit mentari
Melakar panorama di waktu senja-- tatkala mentari beransur pergi
Pada-Nya saja setiap hamba di bumi layak menyerah diri
Pada-Nya jua setiap yang bernyawa akan kembali.

---------

pada siapa lagi yang layak kau serah hati-
melainkan pada Ilahi ? 
disiat kuliat dari badan
takkan mampu kau melawan
pada-Nya jua kau buat aduan.
-----

oleh_penaatirah

Cuma pada-Nya


                                                                  Cuma pada-Nya




ada datang dan bertanya padaku.
begiti dan begini.
sampai aku pening sendiri
tapi aku pegang ini
banyak manapun dosa aku yang lalu. mahupun yang akan datang
tugasku hanya meminta pengampunan
daripada tuhan.

----------

banyak manusia yang takut tatkala memikirkan dosa
tapi,
Dia itu Maha Pengampun. 
tak aku guna sifat pengampun-Nya
sebagai alasan untuk berbuat dosa
lalu kembali sujud minta ampun
tapi memang Dia--
tak mencela hamba yang berdosa
tapi disuruh minta ampun dan pastinya diterima
semestinya- 
sebelum kiamat tiba-
sudah dikata Maha Mendengar tiap masa
maka disuruh rintih apa saja
pergilah wahai hamba
pada tuhanumu yang Maha Esa

--------
jangan diulang dosa yang lepas setelah meminta belas.
belas pengampunan--
daripada Allah yang satu.
dan-- tetap pada Dia aku akan kembali menghadap.

oleh_penaatirah